lazada

Pengertian Tentang PBV, EPS, PER (Rasio Pasar)

PBV singkatan dari Price to Book Value, yang didefinisikan sebagai harga suatu saham dibagi dengan book valuenya. Jadi kita bisa membandingkan harga-harga saham di sektor yang sama, apabila harga PBV nya lebih rendah maka kita bisa mengatakan harga sahamnya murah walaupun harga pasarnya mahal. Memang PBV tidak memperhitungkan kinerja perusahaan tersebut ke depannya, namun setidaknya bila kita melihat PBV suatu saham yang berkinerja baik sangat murah dibanding saham-saham lain pada sektor yang sama maka harga saham itu memiliki potensi untuk naik di masa datang, sehingga layak untuk dibeli. Menurut Benjamin Graham, sebuah saham dikatakan "murah" jika PBV nya kurang dari 1,6X

EPS singkatan dari Earning per Share, adalah rasio yang digunakan untuk menghitung laba/ keuntungan bersih yang diperoleh dari selembar saham. Kegunaan dari metode ini adalah untuk mengukur kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba. Dengan menghitung rasio EPS, investor dapat mengetahui keuntungan yang dihasilkan dari setiap lembar saham. Semakin besar angka EPS dapat disimpulkan bahwa kinerja perusahaan semakin baik.

PER singkatan dari Price Earning Ratio, adalah rasio yang digunakan untuk menghitung tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan pada suatu saham. Atau, menghitung kemampuan suatu saham dalam menghasilkan laba.Tujuan dari metode ini adalah untuk memprediksi kapan atau berapa kali laba yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan harga sahamnya pada periode tertentu. Semakin kecil angka PER suatu saham akan semakin baik. Logikanya tingkat pengembalian investasi di saham tersebut akan semakin cepat karena EPS yang dihasilkan semakin besar.

Dividen yield, mengukur jumlah dividen per saham relatif terhadap harga pasar yang dinyatakan dalam bentuk persentase.
Dividen Yield = Dividen per Saham / Harga Pasar Saham

KRITERIA SAHAM YANG BAGUS

Perhatikan: Profit & Lost Statement, Balance Sheet dan Cash Flow Statement.

Selain Reuters dan FT.com bisa juga dilihat di Indo Primer.

ROA (Return On Asset): Semakin besar persentasenya semakin baik untuk bank 30%, umum 15-25%.

ROE (Return On Equity): Harus konsisten di atas 15% - 25%, Jika ROE di bawah 7% Jangan beli!

NPM (Net Profit Margin): Masih bisa ditoleransi, lakukan study banding dengan saham sejenis. Pilih yang marginnya lebih besar.

OPM (Operating Profit Margin): Tidak ada patokan! Semakin besar nilai OPM saham semakin baik.

DER (Debt To Equity Ratio): Harus < 3. Nilai harus konsisten dan kalau bisa menurun! kecuali untuk saham saham Perbankan!

QR (Quick Ratio): Masih bisa ditoleransi. Kalau bisa minimum 0.8

PER (Price Earning Ratio): PER < 10 = murah, sedangkan 20 = mahal. Semakin kecil nilai PER saham semakin baik.

PBV (Price to Book Value): Tidak ada patokan! Semakin kecil nilai PBV saham semakin baik.

EPS (Earning Per Share): Saham yang bertumbuh sebaiknya EPS kuartal terakhir meningkat min 15% dibanding periode sebelumnya.

Belajar dari: Saham Fundamental dan Analisa Saham.